Memahami Isi Hati
Yang Sesungguhnya Itu Perlu
Judul Buku :
He Loves Me, He Loves Me Not
Pengarang :
Elcy Anastasia
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :
2008
Tempat Terbit :
Jakarta
Tebal :
176 Halaman
Ukuran :
13,5 × 20 cm
Jenis Buku :
Teen Lit
Ilustrasi Kulit : Latar sampul berupa bukit
berbunga lengkap dengan langit yang tampak putih kebiru-biruan. Diatas bukit
itu duduklah seorang wanita memegang setangkai bunga dan tampak bingung mempertanyakan isi hatinya
sendiri. Ia pun mencabut satu demi satu kelopak bunga yang digenggamnya, berharap
menemukan sebuah jawaban atas tanya hatinya.
Judul
ditulis menindih langit biru bagian atas berwarna biru dan hijau kekuningan
berlapis warna putih. Pengarang buku ditulis dibawah judul dengan warna oranye.
Novel ini adalah novel kedua dari Elcy
Anastasia setelah “Wajah Baru Nikolas” yang Ia buat bersama Regina Faby. Dengan kata lain ini adalah novel pertama yang
Ia buat sendiri. Novel ini mengisahkan tentang dua sejoli
bernama Alex dan Lala yang sudah bersahabat sejak kecil, dan kemudian mereka
sadar bahwa mereka saling mencintai satu sama lain.
Alex
dan Lala adalah dua manusia yang karakternya sangat berbeda. Sebagai cewek,
Lala bisa masuk kategori cewek taugh.
Dia pintar, kuat, mandiri, dan cantik. Lala punya nilai sempurna hampir dalam
semua mata kuliahnya, punya sabuk hitam taekwondo yang membuatnya menjadi salah
satu pelatih bela diri di kegiatan ekstra kampusnya. Sementara itu Alex
termasuk kategori cowok baik-baik dan berwajah cakep, Ia selalu bersikap baik,
sopan, dan menjauhi kekerasan. Cowok itu juga selalu terlihat bersih, rapi, dan
wangi banget. Sehingga kalau Alex kecil diganggu sama anak-anak lain, Lala
dengan siap akan melindungi. Mereka
memang bersahabat sejak masih TK, bahkan sampai saat ini mereka sekampus dan
tetap bersahabat. Namun entah sejak
kapan, mereka jadi selalu berantem dan saling cela. Mereka juga punya julukan satu sama lain yaitu
Lalat untuk Lala dan Jelek untuk Alex.
Melihat
Alex dan Lala tak pernah akur kala bertemu, orang tua mereka malah berniat
untuk menunangkan keduanya. Jelas Lala dan Alex menolak, tapi itu sia-sia saja.
Orang tua mereka tetap kukuh dengan keputusannya.
Perlahan
setelah memikirkan segalanya, Alex pun mulai menerima pertunangan ini, karena
menurutnya Lala juga tidak terlalu jelek. Ia juga sadar selama ini Lala begitu
perhatian padanya, hari-hari bersama Lala yang telah berlalu terasa
menyenangkan dalam ingatannya. Sejak itu
pun banyak pengorbanan yang dilakukan Alex untuk cintanya, seperti manjemput
Lala setiap hari ke kampus, membelikan Lala sebuah cincin yang indah untuk
pertunangannya, dan hal manis lainnya. Tapi Alex selalu beralasan bahwa yang Ia
lakukan itu atas dasar perintah mamanya.
Hingga terkesan bahwa Alex tak peduli sedikit pun pada Lala.
Namun
berbeda dengan Lala yang dengan gencarnya berniat membatalkan pertunangan ini.
Baginya, menerima pertunangan ini adalah
sebuah malapetaka. Hingga suatu saat Revan memberikan Lala bunga dan mereka pun
mulai dekat. Alex yang mengetahui kedekatan Lala dan Revan perlahan mulai kesal.
Jalan
dengan Revan memang mengasyikan. Karena Revan merupakan cowok idaman
gadis-gadis di kampus. Revan memanglah
cowok cakep yang tajir, anak band pula. Tapi Lala merasa ada yang kurang, ia
lebih merasa nyaman bila berada di dekat Alex. Belakangan baru diketahui
ternyata Lala hanya dijadikan bahan taruhan oleh Revan. Menyadari sikap Alex yang
tulus selama ini, Hati Lala pun mulai luluh. Dan akhirnya Lala dan Alex
sama-sama sadar tentang perasaan mereka. Cerita ini berakhir dengan happy ending. Dua sahabat yang telah
lama bersama-sama tanpa mengetahui perasaan mereka yang sebenarnya, akhirnya
bisa bersatu.
Walau
alur ceritanya sudah biasa atau pasaran, tapi cara penyampaian penulis sangat
menggemaskan. Alurnya pun tidak melompat-lompat sehingga pembaca tidak bingung
dalam membacanya. Bahasanya pun menggunakan bahasa remaja, dan sampulnya juga
terlihat menarik. Sayangnya, novel ini masih menggunakan kertas buram. Jalan
ceritanya juga mudah ditebak, serta sedikitnya permasalahan dalam cerita yang
ada di novel tersebut, sehingga terdapat kesan kurang seru.
Adapun
amanat yang dapat kita ambil dari novel ini, yaitu kalau kita memiliki sahabat
yang berbeda jenis dan kebetulan sering bertengkar, jangan terlalu berlebihan menyikapinya, karena
akan menimbulkan perasaan yang sangat berkebalikan. Jangan pula melihat orang
dari luarnya saja, seperti dalam novel tersebut, Alex yang terlihat cuek dan tak
mempedulikan apapun, justru Ia adalah cowok yang gentle, baik hati, dan sangat perhatian. Sedangkan Revan yang
terlihat sempurna, Ia malah mempunyai tabiat yang buruk.
Novel
ini memang lebih fresh untuk dibaca
oleh remaja. Ide ceritanya juga bagus, masalah yang timbul dalam novel itu biasa dialami oleh remaja dalam kehidupan nyata, mereka yang awalnya
benci-bencian dan sering bertengkar, namun pada akhirnya menyimpan perasaan
lain yang bertolak belakang dengan sikap mereka masing-masing. Novel ini juga sangat
cocok untuk penyuka novel happy ending
tanpa ada bagian galaunya, dan yang pasti kalian tak akan menyesal karena sudah
membacanya.
***
Ini asli buatanku lohh.. :)
